Guru Tari yang Ditemukan Tewas di Kolut Diduga Sakit

Yusdi Muliady
Minggu, 01 Mei 2016, 09:09 WIB Last Updated 2018-04-04T04:20:14Z
Muhammad Yasin (yang dilingkari)
BERITAKOLUT.COM, LASUSUA - Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh Muhammad Yasin (36), guru tari yang ditemukan tak bernyawa di Sekretariat Sanggar Seni dan Budaya, Apollo, Kompleks Bundaran Sua Windu, Desa Ponggiha, Kecamatan Lasusua, Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, Sabtu (30/4/2016) sekira pukul 16.00 Wita. Muhammad Yasin diduga meninggal akibat penyakit yang dideritanya selama ini.

"Hasil sementara dari pemeriksaan dokter korban meninggal karena serangan jantung. Karena memang yang bersangkutan (korban) tercatat sebagai pasien tetap rawat jalan penderita jantung dan tumor," ujar Kasat Reskrim Polres Kolaka Utara, Iptu Fitrayadi S.Sos, saat ditemui, Sabtu (30/4/2016) malam.

Iptu Fitrayadi menambahkan, berdasarkan hasil visum Rumah Sakit umum (RSUD) Djafar Harun, Lasusua, saat jasad ditemukan hingga dilakukan visum diperkirakan korban meninggal sudah lebih dari 12 jam.

"Saya tidak bisa berasumsi sendiri. Jadi menurut keterangan dokter saat divisum, korban tersebut diperkirakan sudah meninggal lebih dari 12 jam," katanya kepada awak media, di Mapolres Kolut.

Sementara itu rekan korban, Dedy Miswar, mengaku kalau memang selama ini korban memang agak sakit-sakitan. Bahkan saat dirinya menemukan korban sudah tak bernyawa, terdapat sejumlah obat-obatan di dekat tubuh korban.

Sekedar informasi sebelum guru tari tersebut ditemukan tak bernyawa, memang sehari-hari korban bertempat di Sekretariat Sanggar Seni dan Budaya tersebut. (Yus)
Komentar

Tampilkan

Berita Terkini