Pemuda Ini Minta Pendamping PKH di Sinjai Diganti

Alam
Jumat, 24 April 2020, 21:09 WIB Last Updated 2020-04-24T13:11:45Z
Valid: Data PKH di Desa Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, (tanda panah merah itu menunjukkan nama yang terlampir dalam daftar penerima bantuan PKH namun tidak diberikan). [sumber: Yusdi].

SULSEL—Salah seorang pemuda di kabupaten Sinjai, Yusdiman angkat bicara terkait pengelolaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Sinjai, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan data yang dikantonginya ada banyak nama-nama yang terdaftar tapi tidak dapat bantuan, khususnya warga Desa Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat, sebut dia.

"Hingga saat ini masih menjadi polemik di Turungan Baji soal PKH itu," ujar mahasiswa Istitut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai itu.

Sebagai pemuda, kata dia, dirinya minta secara terbuka kepada pemerintah yang menangani soal PKH ini agar mundur saja dari jabatannya.

"Kalau hanya persoalan seperti itu tidak mampu diselesaikan, apakah masuk akan untuk mengurusi negara?," tegasnya.

Terkhusus pendamping PKH di Desa Turungan Baji, ujar pria yang akrab disapa Yusdi ini bahwa mereka harusnya bertanggung jawab.

"Tapi ini justru melempar bola saat dimintai solusi," bebernya.

Yusdi akhirnya menegaskan bahwa petugas seperti itu harusnya diberhentikan.

"Ganti yang lain. Kasian rakyat dan negeri ini jika pengurusnya berwatak apatis seperti itu, padahal mereka digaji," pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Sinjai, Irfan saat ditanya soal tanggapanya terkait masalah tersebut dirinya hanya bisa meneruskan saja.

"Saya teruskan ke kordinatornya," tulis dia dalam sebuha pesan di WA pribadinya. (**)



Komentar

Tampilkan

Berita Terkini