Masalah Data PKH di Sinjai "Tak Diacuhkan", KOPEL: Ini Kebobrokan Pemerintah

Alam
Minggu, 19 April 2020, 00:11 WIB Last Updated 2020-04-18T16:20:43Z
Koordinator Advokasi Anggaran Daerah KOPEL Sinjai, Zulkarnain (Zul), [pribadi]. 


SINJAI—Koordinator Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Sinjai, Zulkarnain menyoroti data penerimaan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Dia menyebut, warga Desa Turungan Baji atas nama Suhardianto tidak mendapatkan bantuan PKH.

"Namun namanya terdata dalam daftar penerima bantuan, ini bisa menimbulkan pertanyaan," ujarnya.

Sementara itu, kata Zul sapaanya, telah ada penjelasan Sekertaris Desa Turungan Baji bahwa peserta sudah terdaftarakan tetapi ia masuk dalam daftar tunggu.

"Nah, itu harus diperjelas," tegas dia, Sabtu, (18/4).

Menurut Zul, inilah letak kebobrokan pemerintah yang sukar diakses dan belum responsif terhadap berbagai keluhan, aspirasi, maupun harapan masyarakat.

"Hal beginilah yang seringkali tak dihiraukan sama sekali oleh pihak terkait," ujarnya.

Dia menambahkan, pemerintah harus menyelesaikan persoalan ini.

"Andai dia [Suhadianto] orang yang mampu maka dia tak mungkin membeberkan persoalan seperti ini ke publik, tetapi karena dia merasakan himpitan ekonomi, dan tugas pemerintah adalah menjawab keluhan masyarakat," pungkas Zul.

Di berita sebelumnya, salah seorang warga Dusun Soppeng, Desa Turungan Baji, Kabupaten Sinjai, Suhardianto mengaku sudah lama tak terima bantuan, padahal namanya masuk dalam daftar penerima PKH.

"Nama saya ada dalam daftar, tapi saya tidak terima bantuan PKH. Jadi saya anggap data PKH di Turungan Baji tidak jelas," katanya, pada Selasa, 14 April 2020. (*)

Komentar

Tampilkan

Berita Terkini