Lansia Ini Hidup Sendiri dalam Sepi Tanpa Bantuan Pemerintah di Pelosok Sinjai

Alam
Senin, 20 April 2020, 00:29 WIB Last Updated 2020-04-19T16:41:49Z
Isa (78), warga Lansia di Desa Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulsel. Saat itu dia berdiri di depan dapurnya (konvensional-tungku). Minggu, (19/4). Dok: Ansar/ Pemuda Turungan Baji.

SINJAI—Betapa sepinya hidup sendiri di Indonesia ini, belum lagi himpitan ekonomi yang tak pernah terselesaikan oleh negara. Sama halnya yang dirasakan oleh Isa perempuan lanjut usia (Lansia) berumur 78 tahun itu.

Keberadaan Isa pertama kali terhendus berkat salah seorang pemuda Desa Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat, Ansar menyapaikan ke awak media soal kondisi perempuan yang telah lama ditinggal suaminya itu lantaran lebih dulu terpanggil oleh Tuhan.

"Saya berkunjung di rumah miliknya, nenek Isa hanya tinggal di sebuah gubuk kecil dan tinggal sendiri, suaminya sudah lama meninggal, dirinya pun tidak memiliki anak," ujar Ansar, pada Minggu, 19 April 2020.

Perempuan kelahiran 1942 itu beralamat di RT 005/ RW 002, Dusun Cakkalembang, Desa Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, kata Ansar, Isa belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Sudah lama tidak mendapatkan bantuan, saya sudah wawancara dengan beliau memakai bahasa Konjo [Bahasa lokal di Sulawesi Selatan]," Beber pemuda ini.

Isa tak hanya terlilit sepi, kata Ansar, namun penglihatan dan pendengarannya sudah tidak normal.

"Sehingga hanya di dalam gubuk kecilnya nenek Isa menjalani hidupnya dan berharap mendapat bantuan dari warga sekitar," ujarnya.

Sementara itu, dikonfirmasi Kepala Dinas Sosial Sinjai, Irfan langsung meminta KTP Isa untuk dia tindaklanjuti.

"Supaya ditahu apakah sudah terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau belum. Nanti anggota cek di aplikasi, kalau cek di lokasinya nanti kalau memungkinkan," kunci Irfan kepada Suara Kita. (**)

Komentar

Tampilkan

Berita Terkini