Anggaran COVID-19 Dipakai Benahi Hotel di Sinjai, Sementara Stok APD-nya Krisis

Alam
Senin, 20 April 2020, 22:40 WIB Last Updated 2020-04-20T14:54:11Z
Hotel Sinjai (int), sumber: Tribun Timur.


SULSEL—Di tengah gencarnya upaya pencegahan penyebaran COVID-19, Anggota DPRD Sinjai, Muhammad Wahyu sorot Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai lantaran Hotel Sinjai dijadikan sebagai ruang isolasi.

Hal itulah yang dinilai oleh Dewan muda ini bahwa itu tidak tepat, dan pemborosan anggaran lantaran.

"Sinjai masih dalam zona hijau," ujarnya kepada Awak Media saat melakukan kunjungan ke RSUD Sinjai bersama Anggota Komisi I DPRD Sinjai, Hasna.

“Dari hasil kunjungan kami, harusnya yang banyak disiapkan Pemda adalah APD jenis hazmat yang saat ini masih minim," pungkasnya.

Justru, kata dia, anggaran yang mestinya digunakan untuk pengadaan APD malah dipakai untuk membenahi gedung Hotel Sinjai yang sejak awal tahun sudah ditutup.

“Saya kira ini adalah pemborosan anggaran karena ruang isolasi yang ada di RSUD masih terbilang memadai untuk menampung pasien dalam pengawasan (PDP)," imnuhnya.

Tak hanya itu, Wahyu juga meminta Pemda Sinjai pandai-pandai mengelolah anggaran agar lebih efisien.

"Dalam hal ini perioritas apa saja yang dibutuhkan dalam pencegahan penyebaran Covid-19," tuturnya.

Sementara itu, salah seorang petugas penanganan COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik membenarkan minimnya APD jenis hazmat di RSUD Sinjai.

Di hadapan anggota dewan Sinjai itu, Emmy menyebutkan bahwa saat ini pihaknya hanya memiliki stok 113 set APD jenis hazmat.

“Harusnya hanya sekali pakai tapi untuk menghemat kami gunakan kembali tapi dengan ketentuan aturan dari Kemenkes yaitu boleh digunakan kembali apabila di angin-anginkan [dijemur)], dan tidak terkena noda atau masih dalam keadaan bersih," kuncinya. (**)

Komentar

Tampilkan

Berita Terkini