Bupati Sinjai Disebut Tak Becus Urusi Banjir "Apa Artinya Kunker ke Semarang?"

Alam
Rabu, 13 Mei 2020, 10:32 WIB Last Updated 2020-05-13T02:36:30Z
Foto: Banjir yang merendam kota Sinjai pada (13/5) dini hari tadi. (dok: tim)

SULSEL - Banjir kembali merendam Kota Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Rabu, (13/5) dini hari tadi. Hal ini ditanggapi oleh Ketua Gerakan Mahasiswa Bersatu (GERMAB) Sinjai.

"Ini mencoreng muka Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Bupati Sinjai, Andi Seto Ghadista Asapa. Bupati Sinjai kami nilai tidak becus mengurus masalah banjir di Sinjai," tegas Sulharmin.

Lebih terbuka dia mengatakan, masalah banjir di Sinjai sebenarnya bukanlah hal baru, bahkan sudah menjadi langganan setiap tahunnya.

"Meski jadi langganan tapi tidak ada solusi juga, dan karena itu Pemda sejatinya harus sudah siap sedia menghadapi masalah lama ini. Sebab karena banjir ini, membuat masyarakat resah dan ketakutan," bebernya.

Dia juga kembali mempertanyakan kinerja Bupati, sebagaimana diketahui sebelumnya bahwa penanganan banjir tersebut disikapi serius di Sinjai.

Pihaknya sudah menganggap bahwa banjir ini tidak terjadi lagi di Sinjai lantaran melihat kesigapan Pemda dalam menanggulangi persoalan banjir.

"Bahkan Bupati sampai melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Semarang, Jawa tengah, hanya karena mengurusi banjir. Lalu apa artinya Kunker ke Semarang jika banjir masih jadi langganan? Buang-buang anggaran saja," tuturnya seraya bertanya.

Menurutnya, banjir tahun ini terbilang cukup rentan dibanding tahun sebelumnya, "Ini malahan lebih parah lagi, baru beberapa jam hujan, air sudah sampai selutut orang dewasa hingga sekitaran 1 meter lebih," terangnya.

GERMAB pun mencerahkan Pemda Sinjai agar jangan hanya sekedar mengeluarkan jargon yang enak didengar tapi tidak memberi solusi nyata.

Dikonfirmasi Kepala BPBD Sinjai, Budiaman justru mengalihkan wartawan untuk bertanya ke bagian teknis, meskipun dirinya sedikit menjawab.

"Untuk antisipasinya kita akan koordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait. Khusus penyebab genangan yang terjadi di tempat pelayanan," tandasnya.

Sementara itu, ia berharap kepada anggotannya di BPBD, "Semoga sudah ada hasil kaji cepat yang bisa dilakukan sebagai dasar menentukan langkah selanjutnya," kata Budiaman. (*)
Komentar

Tampilkan

Berita Terkini