Diduga Dana PKH Sinjai Dipotong 2 Kali, Warga Diancam Jangan Bilang-bilang

Alam
Sabtu, 09 Mei 2020, 20:29 WIB Last Updated 2020-05-09T12:32:44Z
Ilustrasi

SULSEL - Dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Lingkungan Hulo, Kelurahan Tassililu, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, diduga ada pemotongan. Ditambah adanya beberapa kepala keluarga mengeluhkan proses penyalurannya yang dinilai tidak transparan.

Bahkan di lapangan masih ditemukan penerima yang mendapatkan Rp 35 ribu, padahal memiliki anak yang masih bersekolah.

Seseorang yang berinisial ID mengatakan bahwa menurut ketua kelompok penerima PKH Lingkungan Hulo, dana yang dicairkan sebesar Rp 50 ribu per orang.

"Namun ada potongan yaitu, Rp 10 ribu untuk ketua PKH kecamatan dan Rp 5 ribu untuk ketua kelompok penerima PKH, sebagai uang jalan. Padahal mereka dapat gaji dari pemerintah," ujar ID sebagai salah satu penerima bantuan PKH ini.

Bahkan kacaunya, karena penerima yang memiliki anak SD dan SMP mendapatkan nominal kecil. Sedangkan ada yang mendapat jumlah besar meski hanya memiliki satu anak yang masih bersekolah.

“Ada juga penerima yang mendapatkan dana di bawah nominal. Lalu tidak tansparan karena tidak disertai struk pengambilan dari bank. 

Padahal kalau penerima dari kelompok lain pasti selalu diperlihatkan struk pengambilannya di bank,” terang ID, pada Sabtu, 9 Mei 2020.

Tambah dia, sejauh ini lampiran struk itu pun tidak diperlihatkan. Ia juga mengaku seringkali mendapatkan ancaman dari pengurus PKH.

"Jika memberitahukan pada orang lain terkait hal ini maka akan diancam dihapus sebagai penerima bantuan,” tandasnya.

Ditanggapi oleh Ilham selaku Kordinator PKH Kabupaten Sinjai bahwa tidak ada pemotongan, itu biaya agen. Sabtu, 9 Mei 2020.

"Jadi bukan pemotongan bantuan, tapi yang ada hanya biaya admin agen untuk penarikan Bansos," katanya.

Komentar

Tampilkan

Berita Terkini