Ikan Murah Nelayan Butuh Bantuan, Pemda Sinjai Minta Data

Alam
Selasa, 05 Mei 2020, 00:21 WIB Last Updated 2020-05-04T16:21:28Z
Foto ikan di atas kapal nelayan. Sumber: Tribun Manado (Ilustrasi)

SULSEL—Ketua Umum Kerukunan Pemuda Harapan (Kepdah) kritik kebijakan pendataan kepada rakyat terdampak COVID-19 di Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, khusunya di sektor nelayan dan masyarakat pesisir laut.

Ashari mengatakan nelayan juga sangat merasakan dampak pandemi ini.

"Mereka juga perlu mendapat bantuan," terangnya.

Sebagai sesosok pemuda yang menghidupi mimpi dari latar belakang nelayan, Ashari terus terang mengatakan bahwa pendapatan nelayan mengalami penurunan terjal.

"Karena hasil tangkapan nelayan tidak bisa dijual (ekspor)," bebernya.

Olehnya itu, ia meminta pemerintah untuk memperhatikan nelayan serta buruh kapal.

"Harga ikan saat ini mengalami kelonjakan besar, tapi harganya sangat murah di pasaran," umgkapnya.

Ditanggapi Pemerintah Daerah (Pemda) Sinjai melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Persandian Sinjai Irwan Suaib, pemerintah akan berupaya memberikan bantuan kepada rakyat yang berdampak dari COVID-19.

"Saran saya kepada teman-teman Kepdah untuk koordinasikan datanya kepada Dinas Perikanan, supaya para nelayan kita bisa mendapatkan bantuan di tahap berikutnya," kunci dia.

Komentar

Tampilkan

Berita Terkini