Dianggap Memeras, PDAM Sinjai Didesak Bubar

Alam
Senin, 18 Mei 2020, 15:55 WIB Last Updated 2020-05-18T11:30:53Z
Foto: PDAM Sinjai.
SULSEL - Diduga PDAM menaikkan pembayaran tagihan air sehingga banyak masyarakat geleng-geleng kepala lantaran naik empat kali lipat.

"Saya bingung. Pembayaran rumah yang awalnya hanya Rp16 ribu perbulan kini naik menjadi Rp160 ribu lebih. Dan lucunya, klarifikasi dari PDAM mengatakan bahwa pembayaran air naik karena ada pipa bocor di BTN Lappa Mas 3, karena waktu pemasangan pipa sengaja tidak dilem," ujar pelanggan PDAM kepada SUARA KITA.

Sementara kasir PDAM Sinjai juga berkata lain, "Air anda menunggak 2 bulan, dengan alasan pembayaran anda bulan lalu salah membayar," katanya.

Dia mempertanyakan, jika telah terjadi kesalahan lantas kenapa uang hasil pembayaran masyarakat bulan lalu tidak dikembalikan?

"Tetangga blok saya di BTN Lappa Mas juga tagihannya naik berlipat ganda. Bahkan teman saya yang rumahnya di Kelurahan lain di Sinjai Utara juga naik pembayarannya, jadi bukan pipa yang bocor," bebernya.

Lanjut dia, diduga ada yang sengaja memanfaatkan situasi krisis untuk memeras.
"Sungguh tidak berprikemanusiaan, lebih baik bubarkan saja PDAM," ungkapnya.

Lagipula, air itu bukan milik siapa-siapa, tapi dengan seenaknya pihak perusahaan swasta mengklaim ciptaan tuhan menjadi privat hingga dikomersialisasi.

"Mestinya air itu gratis karena kebutuhan pokoknya manusia, apalagi air PDAM itu tidak baik untuk diminum. Nah, tapi jika air saja dibeli lalu dari mana kesejahteraan akan datang!," tegasnya.

Dikonfirmasi pegawai PDAM Sinjai, Suratman menjawab bahwa sampai hari ini belum ada kenaikan.

"Karena harus dengan Peraturan Bupati (Perbup) baru bisa naik, sementara belum ada yang baru, masih tarif lama," kata mantan Direktur PDAM ini.

Terpisah, Dikatakan juga oleh Satuan Pengawas Intern (SPI) PDAM Sinjai, Narsir bahwa tak ada kenaikan tagihan air.

"Selama ini tidak ada kenaikan tarif," singkat dia.
Komentar

Tampilkan

Berita Terkini