Urgen! Mahasiswa Desak Bupati Sinjai Mundur dari Jabatannya

Alam
Minggu, 10 Mei 2020, 21:33 WIB Last Updated 2020-05-10T13:39:36Z
Foto: Yusri, Ketua SEMMI Sinjai (ilustrasi).

SULSEL - Terkait penanganan COVID-19 di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Sinjai, Yusri mendesak bupati agar mundur dari jabatannya.

Saat ini, kata Ketua SEMMI itu bahwa menurut data terakhir, pasien positif Corona terus bertambah mulai dari 0 hingga 8 orang, nampaknya tak searahnya dengan besarnya anggaran yang dikeluarkan pemerintah daerah (Pemda).

"Ini urgen. Dari sekian besar anggaran penanganan yang dialokasikan yakni senilai Rp 8, 5 miliar untuk COVID-19, dan Rp 2 miliar diantaranya digunakan untuk bantuan sosial, ternyata tidak sesuai dengan apa yang publik bayangkan," ujar mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Muhammadiyah Sinjai ini.

Olehnya itu, "Saya sebagai ketua SEMMI Sinjai menegaskan kalau bupati tidak mampu menangani persoalan ini, yah lebih baik mundur dari jabatannya selaku bupati. Bikin malu saja di Bumi Panrita Kitta ini," tegasnya pada Minggu, 10 Mei 2020.

Tak hanya itu, dia juga mempertanyakan realisasi bantuan sosial kepada rakyat yang terdampak Corona.

"Data bantun sosial ini juga membingungkan publik. Dan, bupati sepertinya tidak ada ketegasan, bahkan seolah lepas tangan dari problem tersebut, sehingga menjadi hal yang patut dicurigai," tuturnya.

Yusri juga meyakini bahwa anggaran yang dikucurkan Pemda Sinjai saat ini akan terus bertambah, belum lagi anggaran dari luar.

"Tapi bukan soal itu, ini menyangkut kehidupan publik yang semestinya dikerja sesuai regulasi dan kebijakan yang ada, bukan memanfaatkan anggaran untuk mengorbankan rakyat," terangnya.

Dia juga menyebut data Pemda soal rakyat miskin di Sinjai memang sangat berantakan.

"Beberapa waktu lalu Pemda sudah mengeluarkan penegasan dengan memastikan bahwa bantuan sosial akan tepat sasaran, namun buktinya tidak demikian ini. Mulai dari ujung Kecamatan Sinjai Barat sampai Pulau Sembilan, masih ada saja yang ditemukan tidak beres," ungkapnya.

Menurut Yusri ini adalah penyataan ilmiah demi kehidupan rakyat yang lebih maju sebab begitulah negara demokrasi bisa disebut hidup apabila kritik pemuda dihargai dan keluhan rakyat dijawab dengan bukti.

"Ini merupakan keresahan rakyat, tidak ada tendesi apalagi kepentingan politik. Sebagai manusia kita semua sama, namun di dalam negara, anda pemerintah kami rakyat dan kerja anda adalah mengurusi kami, termasuk memastikan dapur kami tetap hidup, terima kasih," kuncinya.
Komentar

Tampilkan

Berita Terkini