Merasa Minder, Warga Sinjai Isolasi Sendiri Kampungnya Tiga Dusun

Alam
Jumat, 08 Mei 2020, 00:59 WIB Last Updated 2020-05-08T00:21:33Z
Foto: penutupan jalan masuk ke suatu kampung (Ilustrasi/ Google).

SULSEL - Dari delapan dusun di Desa Bonto Salama, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, ada tiga diantaranya memilih mengisolasi kampungnya sendiri.

Hal itu mereka lakukan lantaran telah ditemukannya dua pasien positif Corona oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di sekitaran tiga dusun itu yakni, Dusun Magala, Lapparia, dan Turungang Toae. Diketahui, pasien tersebut berasal dari klaster Temboro, Magetan, Jawa Timur.

"Di sini zona merah dan semua warga dilarang keluar kampung karena ada yang terdampak COVID-19," kata pengurus organisasi Pemuda Magala Turungang Toe Lapparia (PMTL), Zaenal Abidin.

Sementara itu warga di kampung tersebut mengeluhkan masalah logistiknya yang berkurang.

"Karena tidak ada akses keluar, dan bantuan belum ada yang masuk. Kami butuh pertolongan," imbuhnya.

Bahkan kata dia, warga sudah dari jauh-jauh hari tidak bisa kemana-mana, "Karena orang luar yang minder dengan warga di kampung ini, khususnya di tiga dusun ini," bebernya.

Suara itu tak hanya datang dari kelompok pemuda, namun Kepala Dusun Magala pun angkat bicara, sembari ia membenarkan isolasi kampung tersebut, "Iya, kami sendiri melalui musyawarah menetapkan isolasi kampung," ucap Marjuki kepada Suara Kita pada Kamis, 7 Mei 2020, malam.

Tambah Majuki bahwa isolasi tersebut hanya untuk sementara sembil menunggu keputusan pemerintah daerah.

"Demi untuk menghindari paparan yang lebih luas. Dan jika situasi sudah dinyatakan steril maka boleh keluar kampung kembali," terangnya.

Yang pasti, kata dia, harus sadar diri secara bersama-sama, "Saat ini kita yang sakit, orang lain akan menghindar dari kita. Dan, saat ini kami sangat membutuhkan alat pelindung diri (APD) dan sembako," ungkapnya.

Selain itu, Kepala Desa Bonto Salama, Arfa menghimbau warganya agar taati protokol kesehatan yakni, menghindari kerumunan, dan tidak bepergian.

"Tetap memperketat kegiatan relawan posko desa 24 jam," katanya. Jum'at, 8 Mei 2020.

Dia juga minta agar diperketat penertiban pasar seperti, menyiapkan tempat cuci tangan dan pakai masker. Kemudian, Arfa juga menginformasikan bahwa hari pasar diganti, dari Selasa ke Jum'at, "Diseragamkan tiga pasar di Kecamatan Sinjai Barat," tandasnya.

"Kami juga menghimbau warga khususnya Dusun Turungang Toae, Lapparia, dan Magala untuk tidak keluar kampung atau menerima pendatang, semaksimal mungkin," kuncinya.

Komentar

Tampilkan

Berita Terkini