Kecam Kedatangan 500 TKA, Ini Yang Akan Dilakukan BEM Unsultra

Minggu, 14 Juni 2020, 16:10 WIB Last Updated 2020-06-14T08:11:03Z

KENDARI, Suara Kita--- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) mengecam rencana kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Sulawesi Tenggara (Sultra) sebanyak 500 orang.

Menurutnya, 500 orang TKA tersebut yang akan masuk bertahap di PT. VDNI harus memberikan keterbukaan data apakah mereka yang datang seorang tenaga ahli atau buruh biasa.

"Jelas apabila 500 TKA ini adalah buruh biasa maka ini menjadi sebuah pukulan batin kepada masyarakat sultra yang kini masih ditengah pandemi Corona" Tegas  Ketua BEM UNSULTRA, Adi Maliano.

Lebih lanjut ia mengatakan, dimana masih banyak pengangguran dan yang terkena PHK akibat terdampak Covid-19 dan membutuhkan lapangan pekerjaan. 
Minggu, (14/06/2020).

"Kami menuntut terbukanya data informasi soal TKA, adanya transfer ilmu dan teknologi, studi banding antara kedua Negara, edukasi tentang keberadaan PT VDNI, dan evaluasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)" Bebernya.

Dirinya pun berharap agar PT. VDNI mengerti soal adat, sosial, dan budaya Sultra, sehingga nantinya tidak terjadi konflik.
 
"Jika TKA sudah bisa masuk berarti izin demo sudah diperbolehkan juga, jadi saya siap untuk turun kejalan menyuarakan aspirasi masyarakat" Kuncinya.
Komentar

Tampilkan

Berita Terkini