Lagi, Mahasiswa IAIN Palu Demo Kampusnya, Ini Tuntutanya

Alam
Kamis, 25 Juni 2020, 18:34 WIB Last Updated 2020-06-25T10:34:46Z
Aksi mahasiswa IAIN Palu di hadapan gedung rektorat, Kamis (25/6).

PALU - Meski di tengah pandemi COVID-19, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa IAIN Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), melakukan aksi demonstrasi dalam rangka menolak uang kuliah tunggal (UKT) yang berlangsung di halaman rektorat kampus IAIN Palu.

Para mahasiswa IAIN Palu ini mendesak untuk bertemu rektornya. Sekitar pukul 08.00-13.30 WITA, para mahasiswa sempat menuai intimidasi dan represifitas dari pihak keamanan kampus IAIN Palu.

"Kami hanya ingin bertemu rektor untuk membahas bersama terkait UKT ini. UKT sangat memberatkan mahasiswa dan orang tua kami di tengah wabah COVID-19," teriak para mahasiswa, Kamis, (24/6/2020).

Mahasiswa mendesak dan meminta kebijakan dari rektor, serta menolak surat kebijakan rektor yang dianggapnya berbelit-belit dan semakin mempersulit mahasiswa.

Karena menurutnya, pemberlakuan UKT sangat membebani bagi mereka. Besaran pengampuhan UKT bersyarat yang ditentukan oleh kampus dianggap hanya sebatas menetralisir gerakan mahasiswa.

Tidak hanya itu, Aliansi mahasiswa IAIN Palu juga meminta rektor IAIN Palu harus bijak dalam menanggapi KMA No. 515 tahun 2020. Pasalnya, isi dalam KMA tersebut adalah barometer untuk adanya keringanan UKT pada mahasiswa.

"Sangat tidak relevan dengan kondisi mahasiswa IAIN Palu dikarenakan banyak orang tua dari mahasiswa IAIN Palu adalah pekerja honorer dan kaum buruh tani yang mana keadaan mereka sangat berkekurangan pendapatan yang disebabkan oleh pandemi COVID-19," tutur Jenderal Lapangan, Fahmi Ramadan.

Sehingga mahasiswa bertanya, kemana UKT/SPP mahasiswa dialihkan?

Aliansi mahasiswa IAIN Palu menuntut

Pertama, pemotongan UKT minimal 50% dengan nominal Rp 500.000 kepada seluruh mahasiswa IAIN Palu tanpa syarat.

Kedua, Bebaskan UKT untuk mahasiswa dan orang tua/wali 
yang terdampak positif COVID-19 atau meninggal dunia disebabkan COVID-19.

Ketiga, pemotongan UKT untuk mahasiswa baru tahun 2020.

Kelima, bebaskan UKT bagi mahasiswa yang mau penyelesaian di semester akhir.

Kelima, perbaiki sistem pembagian paket kuota internet gratis bagi mahasiswa.

Keenam, pembagian paket kuota internet gratis di semester gasal bagi mahasiswa untuk semua provider.

Ketujuh, transparansi dana pemotongan dan dana yang dialokasikan ke penanganan COVID-19, serta sisa anggaran dari hasil penghematan selama pandemi.

Komentar

Tampilkan

Berita Terkini