Warga Sinjai Barat Ini Pertanyakan Penghapusan Namanya Sebagai Penerima BST

Rabu, 17 Juni 2020, 20:24 WIB Last Updated 2020-06-17T12:25:16Z

SINJAI, Suara Kita---- DDS M. Ilham AS, warga Lembanna, Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mempertanyakan kejanggalan penghapusan namanya pada penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Tahap II.

Kepada media ini dirinya mengaku merupakan karyawan salah satu perusahaan di Kabupaten Sinjai yang di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) karena Covid-19.

Atas hal tersebutlah namanya terdaftar sebagai penerima BST usulan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Koperasi dan UMKM Sinjai.

"Jadi saya melapor ke disnaker dan disnaker membenarkan dengan datang lansung ke kantor menanyakan status karyawan saya".

Penerima BST tahap I ini membeberkan bahwa namanya telah dicabut, hal tersebut baru diketahuinya saat akan melakukan pencairan tahap II pada Senin lalu (15/05), di kantor Pos Sinjai.

Perihal penghapusan namanya, dirinya menjelaskan telah melaporkan hal tersebut kepada Disnaker.

"Saya kemudian tanyakan ke pihak terkait (Disnaker) tapi jawabannya dua. Bagian ketenagakerjaan mengatakan karena sya domisili luar kota, sedangkan Bagian Koprasi dan UKM mengatakan usaha saya tidak aktif" Bebernya.

Ilham mengaku kaget atas jawaban yang diterimanya. Rabu, (17/06/2020).

"Padahal Koperasi dan Ketenaga kerjaan, itu kan satu dinas, kenapa bisa berbeda begitu datanya" Katanya saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa dirinya bersama anggota keluarganya yang tergabung dalam satu Kartu Keluarga (KK) bukan berstatus PNS/Pensiunan, dan bukan penerima bantuan sosial lainnya.

Hal tersebut sesuai kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Sinjai, pada BST Tahap II telah dihapuskan penerima yang berprofesi ataupun terdapat anggota keluarganya sebagai ASN/TNI/Polri/Pensiunan/ Purnawirawan TNI dan Polri, Aparat Desa dan Kelurahan.

Serta terdapat anggota keluarganya ataupun dirinya sendiri penerima aktif bantuan sosial lain yang dikucurkan pemerintah termasuk BST. 

Sampai berita ini diturunkan, pihak terkait belum menjawab konfirmasi yang dilayangkan.
Komentar

Tampilkan

Berita Terkini