Bahtiar Bin Sabang Tebang Pohon Dipenjara, Tahura Sinjai Ditebang Untuk Perkemahan Dibiarkan?

Rabu, 05 Agustus 2020, 16:27 WIB Last Updated 2020-08-05T08:28:58Z
Foto Investigasi FPA Sinjai
SINJAI, Suara Jelata---Bumi Perkemahan yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai dengan luas sekitar 1 hektare di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Abdul Latief di Desa Batu Belerang, Kecamatan Sinjai Borong, beberapa pekan lalu dinilai bermasalah.

Hal itu dikemukakan Forum Pencinta Alam (FPA) Sinjai. Melihat konsep pembangunan yang belakangan ini, pihaknya menyatakan sikap.

"Menyesalkan tindakan pembukaan lahan pada akses di Tahura Ma'ra seluas 1 Ha untuk pembangunan Bumi Perkemahan. Hal tersebut menunjukkan konsep tidak ramah lingkungan. Olehnya itu kami mendesak kepada pihak Pemkab Sinjai untuk menghentikan pengerjaan Bumi Perkemahan tersebut dan membangun dialog yang transparan dengan segala pihak" jelas Koordinator FPA Sinjai, Fandi Kaluhara.

Pihaknya juga mendesak kepada KLHK untuk meninjau ulang izin penggunaan alat berat di areal Tahura untuk pembangunan Bumi.

"Kami mendesak KLHK untuk memverifikasi berkas pengajuan izin pembangunan Bumi Perkemahan dengan mempertimbangkan dampak-dampak lingkungan dan sosial" terang Sekretaris Jendral (Sekjen) FPA Sinjai, Fandi, Rabu, (5/8/20).

Selain itu, kata dia, anoa adalah endemik Sulawesi. Habitatnya di pengunungan Lompobattang dan Bawakaraeng termasuk Tahura Ma'ra. 

"Perburuan hewan tersebut massif, jika habitatnya dipersempit oleh aktivitas manusia maka ancamannya semakin berat. Ditambah lagi pembukaan akses di sekitar habitatnya sebagai tempat wisata yg tidak memperhatikan aspek lingkunga" sambungnya.

Anoa makhluk sensitif, sehingga untuk bisa menemukannya di hutan mesti sabar, kata Fandu. Harus cermat dan beruntung.

"Pengalaman kami musim kemarau Anoa akan berkonsentrasi pada sumber-sumber air semacam waduk di lembah-lembah hutan. Di sanalah kita menunggu jika ingin melihatnya" kuncinya.

Sementara itu, Burhan SJ selaku penulis muda Sinjai. Mengaku, pemerintah daerah tebang pilih penegakan hukum.

"Ayah saya menebang pohon di kebunnya sendiri di Sinjai Barat ditahan, dipenjara lebih satu tahun. Ini membabat hutan, hanya untuk bumi perkemahan kok dibiarkan?" tegas Burhan seraya bertanya dan menyebut kasus ayahnya, Bahtiar bin Sabang.

"Saya juga menantang Bupati Sinjai untuk bertindak profesional dan tegas dalam menanggapi isu HAM serta Lingkungan" tutupnya.
Komentar

Tampilkan

Berita Terkini