Habitat Anoa di Tahura Terancam, Pemda Sinjai Wajib Hentikan Pembangunan Perkemahan

Minggu, 02 Agustus 2020, 16:26 WIB Last Updated 2020-08-02T08:26:32Z
SINJAI, Suara Kita---Forum Pencinta Alam (FPA) Sinjai kembali meminta Pemerintah Daerah ( Pemda) untuk menghentikan pembangunan perkemahan di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Abdul Latief di Desa Batu Belerang, Kecamatan Sinjai Borong. Minggu, (2/8/2020).

Mereka menganggap pembukaan perkemahan ini menunjukkan konsep tidak ramah lingkungan, dengan membabat pepohonan hasil investigasi mereka.

Bahkan jika ini terus dilanjutkan bisa membuat hewan endemik Sulawesi yakni Anoa terusik.

"Anoa adalah endemik sulawesi. Habitatnya di pengunungan Lompobattang dan Bawakaraeng termasuk tahura ma'ra. Perburuan hewan tersebut massif, jika habitatnya dipersempit oleh aktivitas manusia maka ancamannya semakin berat. Ditambah lagi pembukaan akses disekitar habitatnya sebagai tempat wisata yang tidak memperhatikan aspek lingkungan," kata Fandi Kaluhara, Sekjen FPA Sinjai.

Dia berharap Pemkab Sinjai mengundang ahli terkait flora dan fauna, lakukan inventarisasi terbaru, update data lama agar kita bisa menyusun agenda-agenda lanjutan yang lebih baik, termasuk rencana pengembangan Tahura.

"Anoa makhluk sensitif, sehingga untuk bisa menemukannya di hutan mesti sabar, cermat dan beruntung. Pengalaman kami musim kemarau Anoa akan berkonsentrasi pada sumber air semacam waduk di lembah hutan. Disanalah kita menunggu jika ingin melihatnya, " terangnya.
Komentar

Tampilkan

Berita Terkini