Tolak Tambang Pasir Laut dan Hentikan Pembangunan Proyek Makassar New Port

Alam
Selasa, 11 Agustus 2020, 13:07 WIB Last Updated 2020-08-15T14:24:20Z

ASP saat membentangkan spanduk kampanye di depan Kantor Gubernur Sulsel. Selasa, (11/8/2020).
ASP saat membentangkan spanduk kampanye di depan Kantor Gubernur Sulsel. Selasa, (11/8/2020).

Makassar—Massa Aliansi Selamatkan Pesisir atau ASP kini melakukan aksi bentang spanduk dan bagi-bagi selebaran di Fly Over Makassar dan depan gerbang kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa, (11/8/2020). 


 Spanduk tersebut bertuliskan, "Tolak Tambang Pasir Laut dan Hentikan Pembangunan Proyek Makassar New Port (MNP)". 


Salah satu Kordinator ASP, Ahmad menyampaikan bahwa aksinya dilakukan akibat dampak buruk dari pembangunan MNP dan penambangan pasir laut Pulau Kodingareng yang merugikan masyarakat. 


"Terkhusus nelayan dan perempuan pesisir yang hari-harinya mencari kehidupan di laut itu sangat terancam," tuturnya. 


 Dia menambahkan, nelayan dan perempuan pesisir merasakan penderitaan, sehingga sebagian dari mereka terpaksa beralih profesi karena penghasilan mereka semakin berkurang.


Selain itu, aktivitas pembangunan MNP dan tambang pasir laut juga merusak ekosistem laut. ASP mendesak pihak yang bertanggungjawab dalam pembangunan MNP dan tambang pasir laut ini untuk segera dihentikan. 


 "Karena hal ini menjadi sumber masalah bagi nelayan dan perempuan pesisir," kuncinya. (M.A)

Komentar

Tampilkan

Berita Terkini