Lahir di Desa Terpencil, Pemuda Ini Buktikan Kreativitas Lewat Novel "Kehilangan Cinta dan Tuhan"

Senin, 05 Oktober 2020, 21:58 WIB Last Updated 2020-10-05T13:58:56Z
SINJAI, Suara Kita--Muhammad Agus. Pemuda asal Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi selatan, berhasil menerbitkan sebuah novel berjudul "Kehilangan Cinta Dan Tuhan". 

Ia mengaku, buku perdana yang ditulisnya atas inspirasi dari beberapa referensi yang pernah dibacanya.


Pria kelahiran 21 Juni 1994 dari ibu Suhra dengan ayah Muh. Badwi ini mengaku memang suka menulis diary sejak masih SMA.

"Sebetulnya ide saya sudah ada sejak lama, namun saya mulai serius menulis naskahnya semenjak beberapa bulan terakhir," kata alumni Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai tahun 2018 lalu ini.

Buku yang di tulis tesebut tidak lepas dari kondisi sosial ekonomi lingkungan sehingga menurutnya sayang sekali jika tidak dituliskan.

"Semoga buku saya bisa bermanfaat ke masyarakat luas, dan semoga bisa menginspirasi generasi muda," jelasnya.

Lanjut Agus sapaan akrabnya mengaku jika tempat ia lahir sangat terpencil dan sulit mengakses informasi, barulah beberapa bulan terakhir bisa dengan jaringan internet yang memadai, demikian juga kata dia pada akses infrastruktur.

"Walau demikian tentu bukan halangan untuk berkarya. Kita semua bisa, percayalah," tutupnya tegas, sembari tersenyum. Senin, (5/10) malam.

Komentar

Tampilkan

Berita Terkini