Pengerjaan Jalan Di Bulupoddo Dikeluhkan Warga, Germab Sinjai Angkat Bicara

Kamis, 19 November 2020, 22:07 WIB Last Updated 2020-11-19T17:11:57Z
SINJAI,SuaraKita---Pekerjaan proyek pengaspalan jalan ruas Sereng - Mallenreng, Desa Duampanuae, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, mendapat sorotan dari aktivis Gerakan Mahasiswa Bersatu (GERMAB). Kamis, (19/11/2020).

Dalam hal ini, tim investigasi Germab Kabupaten Sinjai menyoroti pihak kontraktor dan meminta untuk bertanggung jawab lantaran banyak masyarakat yang menyesalkan pekerjaannya yang terkesan tidak serius.

Hal ini terlihat dari beberapa titik rawan yang tidak di sertai dengan drainase padahal menurut masyarakat sekitar, beberapa tempat tertentu perlu pembuatan drainase karena hal itu bisa merugikan masyarakat yg tinggal di sekitar lokasi.

Salah seorang warga Dusun Pallimpoe, Muhammad Saleh Mustafa, saat di temui tim investigasi Germab mengatakan jika menurutnya salah satu kelemahan pembangunan jalan di kampungnya adalah tidak disertai dengan drainase.

"Kami sangat bersyukur dengan di perbaikinya jalan yang ada di depan rumah kami karena hal itu menguntungkan seluruh masyarakat terkhusus bagi yang lewat di jalan tersebut, namun kami menyayangkan karena tidak adanya drainase yang di buat, hal itu jelas merugikan masyarakat sekitar," katanya.

Saleh juga menuturkan jika hampir semua jalan yang dibangun di desanya tidak ada pembuatan drainase, padahal menurutnya hal itu sangat diperlukan saat musim hujan.

"Mestinya setiap pembangunan jalan harus disertai dengan drainase yang baik. Karena jika hal itu tidak dilakukan kedepannya pada saat musim hujan jelas rumah kami yang terancam, mengingat rumah kami lebih rendah dari jalanan. Bisa-bisa rumah kami nanti tergerus longsor," lanjutnya.

Sebelumnya, anggota bidang investigasi Germab, Ashari mengaku kecewa dengan pihak terkait dalam hal ini bagian pengawasan dan pelaksana karena terkesan bekerja tanpa memperhatikan dampak yang akan terjadi kedepannya.

"Pembangunan jalan sangat diperlukan, namun tentunya harus melihat apa dampak negatif bagi penduduk yang bermukim disekitarnya," terang Ashari.

Ashari memperdiksi jika ruas jalan yang menghubungkan tiga desa tersebut akan mudah tergerus saat musim hujan tiba.

"Jika tidak ada drainase, hujan akan menggerus badan jalan setiap saat. Kami meminta kepada siapapun itu yang terlibat dalam pengerjaan jalan ini agar mampu melihat kebutuhan masyarakat," kuncinya.
Komentar

Tampilkan

Berita Terkini