Terkait Pertemuan PTKIN Bersama Staf Khusus Jokowi, Ini Kata Sekertaris Hmi Cabang Gowa Raya

Senin, 09 November 2020, 01:29 WIB Last Updated 2020-11-08T17:34:38Z
MAKASSAR,SuaraKita---Muhammad Al-marif Abdurrazak selaku Sekretaris Umum HMI Cabang Gowa Raya Periode 2020-2021 angkat bicara terkait pertemuan Dewan Mahasiswa (DEMA)Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Seluruh Indonesia (PTKIN) bersama Staf Khusus Presiden RI Aminuddin Ma'ruf di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (06/11/20).

Sekretaris Umum HMI Cabang Gowa Raya (Cagora) meminta  hasil pertemuan  tersebut, dia anggap Jangan sampai timbulkan prasangka di publik.

Terkait surat perintah yang beredar, Sekretaris HMI Cabang  menilai hal ini harus dijelaskan secara transparan dipublik karena menyangkut pengawalan ketidakpuasan publik mengenai pembahasan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker).

"Lebih baik dibuka secara transparan aja karena menyangkut ketidakpuasan publik, pertemuan tersebut pasti memiliki poin-poin aspirasi secara tekstual yang matang oleh DEMA PTKIN untuk di serap oleh Presiden lewat staf kepresidenan yang mengeluarkan surat perintah tersebut. Karena jelas dalam surat tersebut pada poin 1. Ada redaksi penyerahan rekomendasi sikap terkait omnibos law. Karena jika tidak kesannya ada pemufakatan jahat dibalik pertemuan tersebut," ungkapnya, Senin (09/11/20)

Lebih lanjut dia mengatakan "Khususnya, bahwa ketakutannya ada sikap yang tidak seharusnya mewakili mahasiswa UIN Alauddin Makassar yang dinarasikan dalam kesepakatan antara pihak DEMA PTKIN dan Staf khusus Jokowi, Padahal sikap itu diputuskan sendiri oleh pihak perwakilan presma atau bahkan sikap pribadi tanpa mewakili aspirasi Mahasiswa UIN Alauddin Makassar. Kan kita patut curiga' apa lagi pertemuan ini terkesan tertutup di tengah suasana kebatinan masyarakat khususnya mahasiswa yang masih tak terima dengan pengesahan Ommnibuslaw," tutupnya.

(Red)
Komentar

Tampilkan

Berita Terkini